Tips mengadopsi kucing

  1. Tentukan tujuan memelihara

a. Bila bertujuan untuk dikembangbiakkan, ada baiknya memilih kucing galur murni. Ini dibuktikan dengan stambum/ chip yang dikeluarkan oleh organisasi breeder hewan peliharaan. Keuntungan memilih kucing yang berstambum, tentu harga jualnya lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Biasanya kucing tersebut juga memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan ras campur.

b. Bila bertujuan untuk dipelihara di dalam rumah, sebaiknya pilih kucing yang ramah atau jinak. Hindari kucing yang terlalu dominan karena dapat melukai pemilik dan menyulitkan saat diobati atau handling. Jika sudah terlanjur memiliki kucing yang dominan, salah satu solusinya dengan disterilisasi.

c. Bila bertujuan untuk diperlombakan, sebaiknya pilih kucing yang jinak, pertulangan kokoh, berperawakan tenang, dan tidak cacat. Saat ini sudah banyak kontes kucing untuk kucing non ras. Yang sering terjadi ialah kucing nervous sehingga cenderung agresif dan akhirnya mendapatkan nilai yang jelek dari juri.

2. Lihat, pegang dan raba

Ada pepatah lama “Jangan membeli kucing dalam karung”. Pepatah ini mengajak pemilik hewan untuk lebih peduli terhadap hewan yang akan diadopsi. Sangat disarankan saat bertransaksi, kucing ada di depan mata kita. Saat di depan mata kita, periksa seluruh kondisi tubuhnya mulai :

  • mata (bersih tanpa belekan, kelopak mata bengkak, atau basah)
  • hidung (kering tanpa pilek atau bercak hitam)
  • telinga (bersih tanpa kotoran telinga atau kerak)
  • bulu (tidak rontok saat diusap, periksa dengan senter (lampu hp) apakah ada bintik bintik (kutu) di rambutnya
  • ekor (bersih tanpa bekas feses)
  • kucing responsif dan lincah

Sangat disarankan, setelah diadopsi, periksakan ke dokter hewan untuk diketahui lebih detail kondisi tubuhnya.

3. Sudah diberikan obat cacing dan vaksin tepat waktu

Ini hal penting yang sering lolos karena unsur kepercayaan. Hal ini terutama terjadi pada kucing yang dibeli secara online. Seringkali buku vaksin disebut menyusul atau ditahan oleh breeder dengan berbagai macam alasan.

Kucing disarankan sebelum umur 1,5 bulan sudah diberikan obat cacing sedikitnya 1 (satu) kali. Untuk vaksinasi pertama dilaksanakan pada umur 2 bulan, lalu diulang (booster) di umur 3 bulan.

Tidak peduli vaksinnya bayar atau gratis, setiap vaksin yang diberikan, pasti akan ada bukti telah divaksin oleh dokter hewan. Pemilik hewan wajib memaksa breeder untuk menyerahkan buku vaksin dan dikirim bersama dengan kucing.

4. Pilih breeder terpercaya

Memilih breeder terpercaya ini yang paling sulit. Karena biasanya harganya pun relatif lebih tinggi daripada yang abal abal. Untuk mengetahui breeder terpercaya, informasi bisa didapatkan dari ICA (Indonesia Cat Association) setempat.

Kalau boleh mengusulkan, sebaiknya merescue kucing di lingkungan saja. Sangat sering kami mendapati perubahan signifikan dari kucing rescue setelah diadopsi dan dipelihara dengan baik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: