About Us

Gerakan Turun Tangan

Ihwal klinik ini dibuka ialah dari keprihatinan kami terhadap nasib hewan peliharaan di Kota Bontang. Harus diakui bahwa sudah banyak pemilik hewan yang menganggap hewannya sebagai anggota keluarga, namun masih lebih banyak yang menganggapnya tidak lebih dari komoditas. .

Anggota keluarga ? Memangnya anak saya?…

Itu perkataan yang miris, jika yang berkata ialah pemilik hewan. Sedikit yang menyadari bahwa hubungan antara manusia selaku pemilik dan hewan ialah hubungan timbal balik. Manusia yang menyediakan kebutuhannya, hewan memberikan seluruh hidupnya untuk menyenangkan pemiliknya. Banyak kisah tentang kesetiaan hewan terhadap pemiliknya di seluruh dunia seperti anjing akiko di Jepang dan anjing yang bisa berboncengan bermotor dengan pemilik di Surabaya. Bahkan ada bebek yang setia mengikuti pemiliknya di Jakarta.

Mereka semua mendapatkan manfaat optimal dari keberadaan hewan peliharaannya karena pemilik tersebut sudah menembus batas antara sebatas hewan kepada anggota keluarga sendiri. Konsekuensi dari keinginan ini ialah pemilik harus merelakan waktu dan tenaganya kepada hewan peliharaannya. Hal tersebut yang jarang disadari oleh pemilik hewan.

Ingatkah kita, momen pertama kali berjumpa dengan hewan peliharaan….

Sebagian dari kita berkata, “Ih, lucunya hewan ini.” kemudian dibawa pulang. Sesampainya di rumah mereka bingung, mau diapakan ini hewan. Kadang, anaknya yang merengek untuk membawa pulang hewan, tapi yang merawat ayah atau ibunya. Padahal orang tua biasanya mengharapkan anaknya berlatih tanggung jawab dari memelihara hewan tersebut. Alhasil, terbengkalailah kesehatan hewan, sanitasi rumah kotor, kehidupan rumah tangga pun lebih mudah “memanas”.

Kasus lain, ada yang dinamakan hobi yang berlebihan. Ada beberapa orang yang memelihara hewan di rumahnya dalam jumlah lebih dari sepuluh. Penyayang? Iya. Pembibit? Iya. Tapi pernahkah dia bertanya pada anggota keluarga, dirinya bahkan hewan yang dipeliharanya.

Apakah perilaku saya ini membuat anda senang?

Tanda yang paling mudah dari jawaban iya ialah Bahagia. Untuk mengenali tanda ini, gunakan dari kacamata hobi, jangan dari ekonomi. Maksudnya, ialah ada orang yang memelihara satu ekor kucing mengaku sudah sangat keteteran dari pakan dan kebersihan, namun di lain tempat, ada orang yang memelihara sebelas kucing namun mengaku masih ingin kurang karena keluarganya sangat senang dengan hewan tersebut. Padahal ekonomi keduanya jauh lebih baik yang pertama daripada yang kedua.

Meski tidak ada ukuran baku dari jumlah peliharaan di suatu keluarga, namun ada langkah sederhana yang saya gunakan untuk menghitungnya. Untuk konsumsi per hari bisa diambil dari satu hingga dua kali biaya makan anak anda (tergantung besar dan jenis hewan). Untuk perawatannya bisa diambil dari setengah hingga satu kali biaya perawatan anak anda. Itu belum termasuk biaya untuk kandang dan peralatan yang everlasting.

Salah satu dari komponen biaya tersebut ialah kesehatan. Terkadang pemilik enggan datang ke dokter hewan karena dianggap hal yang aneh, mahal dan berlebihan. Alhasil, yang sering dihadapi oleh dokter hewan ialah hewan datang dalam kondisi sudah sangat lemah dan tidak berdaya. Jika seperti itu, tugas dokter hewan tak lebih dari penegas kematian hewan tersebut. Padahal bila ditangani lebih dini, bukan tidak mungkin hewan tersebut bisa diselamatkan, atau bila memang sudah terlanjur parah bisa dilakukan terapi untuk memperbesar kesempatan hidupnya.

Penutup

Selain objek yang ditangani, dokter hewan sama dengan dokter manusia. Mereka ada untuk membantu memperbaiki kualitas hidup anda melalui kesehatan hewan peliharaan.

Atas dasar itulah, klinik ini didirikan agar komunikasi antar pemilik dan tenaga medis lebih baik sehingga hewan peliharaannya bisa lebih terjamin kesejahteraannya.

Salam…

PRAKTEK DOKTER HEWAN BERSAMA drh. Indah Riski Pulungan, dkk

Komp. Badak LNG Jl. Flores HOP V No. 76 Bontang

Buka setiap hari pukul 15.00-18.00 WITA

CP. 081314127217

Iklan

2 tanggapan untuk “About Us

  1. Dok, saya punya kucing sudah berusia 5 bulan. Mau saya vaksin tapi kucing saya kutuan. Apakah menunggu kutunya hilang baru bisa di vaksin dok?Terima kasih

    Suka

    1. Idealnya menunggu kucingnya sehat dulu. Namun nanti kami liat, derajat keparahan dari kutuan ini. Jika memang tidak memungkinkan, vaksin ditunda sampai sembuh.

      Umut 5 bulan, sudah mencukupi bagi kucing utk divaksin.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: